Fisika Bangunan
Fisika Bangunan merupakan cabang ilmu Fisika yang mempelajari
fenomena fisika yang terjadi pada suatu bangunan yang
mempengaruhi faktor kenyamanan manusia.
~ Ruang Lingkup
a. Konsep-konsep fisika bangunan
b. Dasar-dasar fisika bangunan
c. Pengaruh iklim pada kesehatan dan kenyamanan
d. Pencahayaan
e. Radiasi Matahari
f. Penghawaan
g. Pembaharuan udara
h. Ventilasi
i. Akustik interior
j. Akustik Eksterior
k. Rambatan Bunyi
~ Pengantar Fisika Bangunan
Dalam pembahasan fisika bangunan yang menjadi topik utama adalah kenikmatan fisik atau Comfort. Maka permasalahan kenikmatan fisik dalam suatu bangunan erat kaitannya dengan kenikmatan fisik bangunan, yang diantaranya adalah :
a. Sengat dan silau sinar matahari.
b. Kalor dan suhu.
c. Kelembaban dan pergantian hawa-udara
d. Gangguan bunyi.
e. Cahaya terang.
Tubuh manusia kehilangan/mentransfer panas ke lingkungan melalui cara-cara sebagai berikut :
- Konduksi yaitu perpindahan panas dari benda yang lebih panas ke benda yang lebih dingin melalui kontak langsung, tanpa perpindahan partikel yang dapat diamati dengan jelas.
- Konveksi adalah perpindahan panas yang disebabkan olek gerakan melingkar partikel-partikel yang dipanaskan pada cairan atau gas yang disebabkan oleh perbedaan densitas dan gravitasi. Dengan kata lain tubuh melepaskan panas ke udara sekitar yang lebih dingin.
- Radiasi ialah proses dimana energi panas dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang dikeluarkan oleh tubuh yang hangat dipindahkan melalui ruang perantara, kemudian diserap oleh tubuh yang lebih dingin.
- Eveporasi yaitu pelepasan kelembaban tubuh menjadi uap.
- Kontrol termal: Mengontrol aliran panas yang masuk maupun keluar dari bangunan sangatlah penting untuk menjamin kenyamanan, kesehatan, dan produktifitas pengguna suatu bangunan. Mengontrol aliran panas pasti dibutuhkan untuk penghematan energi serta dampak terhadap lingkungan dari penggunaan energi tersebut.
- Kontrol kelembaban: Kelembaban
adalah faktor umum yang sering dibahas untuk menyelesaikan
masalah kualitas udara dari suatu ruangan (indoor) terutama masalah
jamur ataupun masalah bau. Yang dimaksud dengan kelembaban (humidity)
adalah persen kandungan air dalam udara. Ada 2 jenis
kelembaban/humiditas yaitu:
1. Humiditas spesifik (Spesific Humidity)
Jumlah kandungan massa uap yang terdapat dalam campuran untuk setiap masa udara dalam campuran.
2. Humiditas relatif (relatif humidity)
Rasio antara tekanan uap dan tekanan uap saturasi pada suhu dan tekanan total yang sama. - Kontrol aliran udara: Aliran udara membawa banyak hal, diantaranya kelembaban, panas, polutan dan suara. Oleh karena itu mengontrol aliran udara keluar masuk ruangan sangat penting untuk mendapatkan kenyamanan, kesehatan dan efisiensi energi dari bangunan tersebut.
- Iklim: Berbeda iklim berbeda pula design ruangan bangunan yang dibutuhkan. Setiap jenis iklim memiliki strategi desain bangunan yang berbeda-beda pula.
- Akustik: Setiap orang pasti membutuhkan komunikasi, terutama komunikasi secara langsung lewat suara kita. Oleh karena itu pengontrolan noise sangatlah penting untuk hampir semua bangunan. Khusus untuk Akustika bangunan yang dipelajari adalah bagaimana kita mengatur perjalanan dari suara tersebut sampai ke telinga manusia sesuai dengan yang kita inginkan.
- Pencahayaan: Setiap orang pasti butuh melihat. Oleh karena itu pengaturan pencahayaan sangatlah penting dalam suatu ruangan. Hal ini dibutuhkan untuk mengefisiensikan energi yang dibutuhkan bangunan tersebut.
- Susunan gunung, lembah dan dataran.
- Kehadiran bidang-bidang air luas.
- Ketinggian tempat diatas air laut.
- Keluasan pulau dengan keadaan tumbuhan.
- Kelembaban, keadaan awan serta arus angin.
- Sinar matahari
- Hujan kelembaban
- Angin
- Sumber dari Bumi
- Gempa bumi
http://teknikfisika.wordpress.com/fisika-bangunan/
https://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._TEKNIK_ARSITEKTUR/195001231978031-SIDIK_HANANTO/HANDOUT_PERKULIAHAN_FISBANG_S1.pdf






0 komentar:
Posting Komentar